Arti Mbah Surip Bagi Saya
Meninggalnya Mbah Surip secara mendadak hari Selasa, 4 Agustus 2009, kemarin memang membuat kaget banyak pihak. Apalagi, pelantun lagu hits “Tak Gendong” ini, tengah berada di puncak popularitas. Gak tanggung-tanggung, pendapatan dari penjualan RBT lagu itu saja dikabarkan telah mencapai angka 82M. Belum komisi berupa rumah dan mobil yang diberikan oleh pihak manajemen artis. Wow.
Tak pelak lagi, berita kematian pria bernama asli Urip Ariyanto ini menjadi berita nomer satu yang beredar di jejaring sosial pada hari yang sama. Termasuk Twitter dan Facebook. Ada yang hanya sekedar menginformasikan kabar duka tersebut, ada juga yang menyampaikan rasa kehilangannya secara mendalam.
Hingga akhirnya ada yang bertanya di Facebook (lupa detil statusnya, tapi kira-kira seperti di bawah ini),
“Memangnya sejauh apa Mbah Surip mempengaruhi hidup kalian sampai seheboh ini reaksinya terhadap kematian beliau?”
Memang. Jika dibandingkan dengan almarhum sang legenda Chrisye, dari sisi musik Mbah Surip bukan tandingan. Albumnya hanya empat — Ijo Royo-Royo (1987), Reformasi (1998), Tak Gendong (2003), dan Barang Baru (2004) — itu pun baru mulai eksis dalam beberapa bulan terakhir di telinga kebanyakan dari kita. Saya yakin, 90% dari yang mengenal nama Mbah Surip, hanya tahu lagu Tak Gendong dan Bangun Tidur. Padahal lagu Tak Gendong sendiri sudah dibuat jauh sebelum dirilis, sekitar tahun 80′an.
Tapi jika kita tilik dari sisi kepribadiannya, Mbah Surip adalah sosok yang patut dijadikan idola. Bahkan mungkin legenda. Sosoknya yang low profile, bisa membuat hati orang lain senang, serta menjalani hidup apa adanya; adalah tiga sifat yang sebenarnya mutlak untuk kita tiru.
Dari sisi bisnis dan pemasaran, Mbah Surip berani tampil beda. Baik dari segi penampilan maupun lagu. Secara pribadi, itu yang membuat beliau begitu merasuk di hati saya. Meskipun, maaf, saya belum sempat membeli albumnya karena akhir-akhir ini jarang bepergian ke mall, tapi saya sudah mendengar sebagian besar lagunya dan, sekali lagi, dari sisi pemasaran, so inspiring.
Entah bagi Anda, entah bagi teman-teman yang lain, tapi bagi saya, dia adalah salah satu legenda. Gak kalah kerennya dengan si Will Smith di I Am Legend. Hanya si mbah yang lahir di Mojokerto tanggal 5 Mei 1959 silam ini lebih menginspirasi.
Jadi, saya tetap akan tampil beda dengan mengusung sales letter produk-produk saya yang jujur dan apa adanya — meskipun banyak disindir sebagai sales letter yang sama sekali tidak menjual, hehehe. Juga tetap akan tampil beda dengan harga jual produk yang senantiasa bertambah mahal (di luar masa promo) setiap kali ada updet baru. Dan juga akan tetap tampil beda dengan mengukuhkan diri sebagai satu-satunya product digital creator lokal yang berani mengadakan pertemuan langsung dengan pelanggannya. Setidaknya untuk saat ini
Akhir kata, selamat jalan Mbah Surip, engkau akan selalu aku gendong di hatiku.
Cosa Aranda adalah pendiri situs PanduanDasar.Com dan CosaAranda.Biz. Saat ini telah mengeluarkan beberapa produk digital seputar bisnis internet, di antaranya Instant Internet Business Ideas, SEO Complete Guide for Wordpress, dan Panduan 28 Hari Menguasai SEO. Kunjungi halaman Facebook-nya untuk mengenalnya lebih jauh.
AKPC_IDS += “,”;
Incoming search terms for the article:
*copy-paste kode di atas ke dalam form posting blog Anda
