Pornografi di Film Indonesia. Salah Siapa?
Dunia film Indonesia kembali bergolak. Masalahnya masih sama dengan sebelum-sebelumnya — pornografi dan pornoaksi. Yang pertama ada kasus nongolnya puting payudara Dewi Persik di film terbarunya, Paku Kuntilanak. Tubuh DePe yang seharusnya tertutupi oleh gelembung-gelembung sabun, entah kenapa, di bagian tersebut justru tidak terhalangi oleh sorotan kamera. Hasilnya, DePe dicekal dan dihujat oleh banyak pihak — untuk kesekian kalinya — serta dicap sebagai wanita bejat. Bahkan ada selentingan kabar bahwa MU pun sempat berniat untuk mengharamkan segala film yang dibintangi oleh Dewi Persik. Wew!
Berbarengan, ada kasus film Darah Perawan Bulan Madu yang tidak kalah hebohnya. Indah Kalalo dikabarkan berakting kelewat vulgar di film tersebut hingga menyebabkan yang bersangkutan syok berat. Filmnya pun kini rame-rame dicekal dan dilarang tayang di berbagai daerah.
Dari kedua kasus ini, saya lebih tertarik untuk menyoroti fenomena reaksi dari masyarakat yang lebih menyalahkan PEMERAN / BINTANG FILM yang bersangkutan. Yang saya herankan di sini, semua film yang akan tayang sudah pasti akan melewati jalur LSF (Lembaga Sensor Film). Artinya, apabila film tersebut ditayangkan di bioskop-bioskop, berarti pihak LSF sudah menyatakan tidak ada hal-hal yang berbau pornografi dan pornoaksi di film tersebut. Bukankah itu tugas mereka, ya kan?
Namun yang terjadi di Indonesia justru sebaliknya. Setiap kali ada film yang tersandung kasus pornografi, LSF selalu aman. Yang disalahkan adalah pemain, sutradara, dan pembuat film. Tidak ada satu pun yang ‘berani’ menyenggol-nyenggol pihak LSF. Kenapa?
Pada dasarnya, saya juga tidak setuju dengan unsur pornografi dan vulgaritas yang berlebihan dalam suatu film. Saya gerah menontonnya dan itu pula sebabnya saya jarang sekali menonton film Indonesia, khususnya yang berbau komedi dan horor, karena pasti akan ada suguhan-suguhan tubuh dan paha seksi yang tidak berhubungan dengan jalan cerita film tersebut.
Tapi, saya hanya ingin agar kita lebih ‘adil’ dalam menyikapi kasus-kasus seperti di atas. Kalau memang film yang bersangkutan benar-benar sudah diloloskan oleh LSF, berarti kinerja dari pihak LSF-lah yang harus dipertanyakan.
Setuju?
Artikel ini disumbangkan oleh BisikBisik.Biz, pusatnya gosip artis dan selebritis.
AKPC_IDS += “,”;
Incoming search terms for the article:
- film pornografi
- perempuan dan kinerja film
- artikel pornografi
- kasus pornografi selibritis
- makalah pornografi
- siapakah pemain pemain di film paku kuntilanak
- film pornogrfi
- @ BisikBisik Biz
- menyikapi kasus pornografi di internet
- Artikel Kasus Pornografi
*copy-paste kode di atas ke dalam form posting blog Anda

GW.ak ynka qm kyk gtu qw 2 kan cintaku tp gak pa2 dech lmyan nambah2 foto koleksi gw
LANJUTKEN……………..