Purbaya Dimakan “Buaya”

- Penulis

Rabu, 5 November 2025 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

dok rri

dok rri

kirimartikel.com/ | Belum pernah ada dagelan paling kocak sekaligus miris di dunia, selain dalam kasus Whoose. Seorang presiden yang berkoar-koar soal anti korupsi, malah mematahkan komitmen dan keberanian itu, yang dilakukan justru dari menteri yang notabene sebagai pembantunya

Bukan malah kasihan atau prihatin terhadap Menteri Keuangan RI Purbaya Yudha Sadewa. Publik malah makin simpati dan respek, sebab Purbaya telah menunjukan nyali dan komitmen kuat untuk menjadi orang baik dan benar. Sikap Purbawa yang berani dan tanpa kompromi terhadap penyalahgunaan keuangan negara umumnya, dan utang beraroma korupsi Whoose khususnya, tetap terhormat walau akhirnya dipangkas atasan dan yang memberikan perintahnya sendiri, sang presiden.

Prabowo itu memang bukan pemimpin sejati. Bicaranya selalu lebih heboh dari tindakan nyata. Selalu kontradiktif dan terus mengangkangi nilai-nilai.

Dalam hal pemberantasan korupsi, Prabowo tak beda jauh dengan KPK dan Kejaksaan yang selama ini tebang pilih. Galak dan bengis terhadap yang lemah namun longgar dan takluk pada yang kuat mempermainkan hukum. Bukan lagi sekedar tajam ke bawah dan tumpul ke atas, kebijakannya bagai membangun "safe house" bagi koruptor kakap dan nomor Wahid.

Baca Juga :  Efektivitas Komunikasi Langsung dan Tidak Langsung dalam Meningkatkan Pemahaman Antar Individu

Terkait kebijakan Purbaya yang tegas dan pembelaan Prabowo terhadap warisan proyek KCJB Jokowi yang sarat utang dan indikasi korupsi. Justru membuat Prabowo semakin kentara hanya sebagai pemimpin boneka dan omon-omon saja. Dengan gampangnya bicara demi kepentingan rakyat namun sesungguhnya hanya untuk kepentingan orang-perorang dan kelompok tertentu.

Sebaliknya dengan Purbaya, apapun resiko dan akhir perjalanan tugasnya di kementerian keuangan, akan membuat Purbaya dikenal dan dikenang sebagai seseorang yang punya kemauan dan prinsip menjunjung tinggi memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

Tentang Prabowo dan semua kebijakan ambivalensinya.
Mau bilang apalagi, memang sudah seperti itu dan dari awal sudah ditunjukkan karakter sesungguhnya Prabowo.
Tak ada pemimpin yang benar dan baik kalau lahirnya dari proses kecurangan dan kejahatan. Terlebih sekedar menumpang pada kejahatan besar dan konspiratif. Jadilah pemimpin boneka yang seram, menjijikan dan bengis meski terlihat manis, lucu dan menggemaskan.

Baca Juga :  Bukan Tidak Peduli, Tapi Tak Tahu Cara Merasa: Avoidant dalam Perspektif Komunikasi Hati

Ayo korupsi berjamaah, dijamin cepat dan aman. Tak terlihat dan tak terasa. Hus, hus, hus, ayo cepat bergabung, sebelum ketinggalan kereta, kereta cepat yang menakjubkan. Pasti ada cara hebat menutupi dan melindungi korupsi, terutama yang dilakukan secara massal dan cawe-cawe penguasa.

Untuk Purbaya, nikmati saja perjalanan panjang Indonesia walau tak menggunakan kereta cepat, jangan takut melewati hutan belantara dan banyak serigala seperti yang diungkapkan salah satu anggota DPR RI. Karena ikut dan hanya bertanggungjawab kepada presiden, nikmati dan anggap saja sedang melakukan "tour of duty".

Betapapun tidak komitmen dan tidak konsistennya, orang-orang dan sistem termasuk pemimpin yang terlibat mengelola negara. Jalan terus dan fokus, namun tetap waspada dan hati-hati, jangan sampai jadi korban. Jangan sampai seorang Purbaya dimakan "Buaya".

Bekasi Kota Patriot.
14 Jumadil Awal 1447 H/5 November 2025.

Follow WhatsApp Channel kirimartikel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Tidak Peduli, Tapi Tak Tahu Cara Merasa: Avoidant dalam Perspektif Komunikasi Hati
Tamsil Linrung: Seorang Sahabat, Orang Tua, dan Guru
Standar Jumlah Kata dalam Artikel Online: Antara Kebutuhan Pembaca dan Strategi SEO
Clickbait Geopolitik
Zona Dua Satpam: Mengenal Titik Lemah dalam Strategi Pengamanan
Mengenal Rahasia Autofagi pada Tubuh Manusia
Pengalaman Pertama Kerja Outsourcing: Apa yang Harus Dipersiapkan?
Etika Berbicara, Bisnis Berkembang: Koneksi Tak Terbantahkan antara Komunikasi dan Kepercayaan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:09 WIB

Bukan Tidak Peduli, Tapi Tak Tahu Cara Merasa: Avoidant dalam Perspektif Komunikasi Hati

Jumat, 24 April 2026 - 11:12 WIB

Tamsil Linrung: Seorang Sahabat, Orang Tua, dan Guru

Selasa, 21 April 2026 - 05:53 WIB

Standar Jumlah Kata dalam Artikel Online: Antara Kebutuhan Pembaca dan Strategi SEO

Senin, 9 Februari 2026 - 06:10 WIB

Clickbait Geopolitik

Minggu, 25 Januari 2026 - 10:58 WIB

Zona Dua Satpam: Mengenal Titik Lemah dalam Strategi Pengamanan

Berita Terbaru

Teknologi

Peran SDM dan Teknologi dalam Menghadapi Perubahan Bisnis

Jumat, 2 Okt 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Terlalu Cepat Berkomentar, Terlalu Lambat Memahami

Minggu, 28 Jun 2026 - 12:25 WIB