Menyongsong Zaman Menuju Pesantren Muhammadiyah Jawa Tengah Berkemajuan

Tarqum Aziz, SHI, M.Pd (Kapotren MBS Bumiayu 2015-2017, Mudir MBS Cilacap 2017-2019 dan Wakil Mudir MBS Purwokerto 2019-2022)

- Penulis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 22:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kirimartikel.com | Pembinaan Pesantren Muhammadiyah (PesantrenMu) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah sejak Kamis hingga Sabtu (7–10 Januari 2026) bukanlah sekadar agenda teknis peningkatan mutu pendidikan. Ia merupakan ikhtiar ideologis untuk meneguhkan kembali arah gerak Pesantren Muhammadiyah agar tetap berada di garis depan tajdid, kaderisasi, dan dakwah pencerahan.

Di tengah derasnya arus pragmatisme pendidikan dan komersialisasi lembaga keilmuan, Muhammadiyah melalui PesantrenMu menegaskan pilihan historisnya. Pesantren tidak diposisikan semata sebagai ruang transmisi ilmu-ilmu keagamaan, melainkan sebagai wahana pembentukan manusia berkarakter, kader persyarikatan yang berpikir kritis, berakhlak Qur’ani, serta berorientasi pada kemajuan umat dan bangsa.

Pembinaan regional PesantrenMu di Jawa Tengah yang digelar se-Karesidenan Pekalongan, Pati, Semarang, Kedu–Banyumas, dan Surakarta mencerminkan kesadaran kolektif bahwa mutu pesantren tidak cukup diukur dari kemegahan fisik atau kuantitas santri. Mutu sejati justru terletak pada tata kelola yang amanah, kurikulum yang integratif, serta ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang hidup dan membumi dalam praktik keseharian.

PesantrenMu Jawa Tengah dituntut mampu memadukan turats keislaman dengan ilmu pengetahuan modern, membangun nalar tajdid tanpa tercerabut dari akar tradisi. Di sinilah tajdid menemukan maknanya yang otentik: bukan sebagai pemutusan dari masa lalu, melainkan sebagai keberanian memperbarui cara berpikir, cara mendidik, dan cara mengelola lembaga demi menjawab tantangan masa depan.

Baca Juga :  Bullying di Dunia Pendidikan: Tempat yang Seharusnya Aman Justru Melahirkan Ancaman

Pada titik inilah kaderisasi menemukan signifikansinya. Pesantren Muhammadiyah harus menjadi kawah candradimuka lahirnya ulama-intelektual, pemimpin sosial, dan penggerak dakwah yang tidak gagap menghadapi perubahan zaman. Kader yang lahir dari PesantrenMu diharapkan tidak hanya fasih membaca kitab, tetapi juga peka terhadap persoalan kemanusiaan, keadilan sosial, dan tantangan kebangsaan.

Ketua LP2 PP Muhammadiyah, Dr. KH. Maskuri, M.Ed, menegaskan bahwa Pesantren Muhammadiyah memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan kaderisasi umat. Ia menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan untuk menjaga mutu, memperkuat tata kelola, serta memastikan PesantrenMu tetap berada dalam koridor ideologi Muhammadiyah. Menurutnya, Pesantren Muhammadiyah harus menjadi laboratorium kader ulama-intelektual yang mampu mengintegrasikan keilmuan, spiritualitas, dan pengabdian sosial.

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar Pesantren Muhammadiyah, KH. Dr. (HC) Habib Chirzin, menyoroti tantangan dan peluang pesantren Muhammadiyah di tengah dinamika pendidikan dan dakwah era modern. Ia menekankan pentingnya inovasi, kemandirian, dan keberanian pesantren dalam merespons perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama.

Baca Juga :  99,81 Persen Korban Memilih Diam: Potret Buram Penanganan Kekerasan Seksual di Indonesia

Arahan Ketua LP2 PP Muhammadiyah dan pandangan Ketua Dewan Pakar Pesantren Muhammadiyah tersebut menegaskan satu pesan kunci: Pesantren Muhammadiyah harus adaptif dan inovatif, namun tetap kokoh dalam manhaj Muhammadiyah yang berkemajuan. Tajdid harus hadir sebagai energi pembaruan, bukan sekadar jargon, dan mewujud dalam sistem, kultur, serta praksis pendidikan pesantren.

Forum diskusi dan dialog antar-mudir pesantren dalam pembinaan ini menjadi simbol penting dari budaya kolektif Muhammadiyah. Di sana, pengalaman dibagi, problem dirumuskan bersama, dan arah gerak ditentukan secara musyawarah. Inilah etos persyarikatan yang harus terus dirawat: bergerak bersama, tumbuh bersama, dan maju bersama.

Ke depan, tantangan PesantrenMu tidak semakin ringan. Disrupsi teknologi, krisis moral, hingga fragmentasi sosial menuntut pesantren untuk tampil sebagai pusat nilai dan pencerahan. Oleh karena itu, pembinaan semacam ini harus dipahami sebagai ikhtiar ideologis jangka panjang, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.

Pesantren Muhammadiyah adalah investasi peradaban. Dari sanalah diharapkan lahir kader umat yang mencerahkan, kader bangsa yang berintegritas, dan generasi Islam berkemajuan yang siap memikul amanah sejarah. Di jalan tajdid itulah PesantrenMu menemukan relevansi dan perannya—hari ini, esok, dan di masa depan.[]

Follow WhatsApp Channel kirimartikel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pendampingan Praktik Penyusunan Surat Lamaran Kerja Bagi Calon Lulusan SMK Triguna Utama 
Analisis Kekurangan Fasilitas Ruang Kelas dan Dampaknya terhadap Proses Pembelajaran di Universitas
Krisis Makna Komunikasi Tatap Muka di Kalangan Generasi Z
Cara Cepat Menulis Artikel di Media Online
Segitiga Emas Pendidikan Umat: Sekolah, Masjid, dan Keluarga
Di Balik Ramainya Pemberitaan Media Namun Dangkal Substansinya
Bullying di Dunia Pendidikan: Tempat yang Seharusnya Aman Justru Melahirkan Ancaman
99,81 Persen Korban Memilih Diam: Potret Buram Penanganan Kekerasan Seksual di Indonesia
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:46 WIB

Pendampingan Praktik Penyusunan Surat Lamaran Kerja Bagi Calon Lulusan SMK Triguna Utama 

Jumat, 24 April 2026 - 10:18 WIB

Analisis Kekurangan Fasilitas Ruang Kelas dan Dampaknya terhadap Proses Pembelajaran di Universitas

Sabtu, 10 Januari 2026 - 22:08 WIB

Menyongsong Zaman Menuju Pesantren Muhammadiyah Jawa Tengah Berkemajuan

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:05 WIB

Krisis Makna Komunikasi Tatap Muka di Kalangan Generasi Z

Kamis, 1 Januari 2026 - 16:52 WIB

Cara Cepat Menulis Artikel di Media Online

Berita Terbaru

Teknologi

Peran SDM dan Teknologi dalam Menghadapi Perubahan Bisnis

Jumat, 2 Okt 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Terlalu Cepat Berkomentar, Terlalu Lambat Memahami

Minggu, 28 Jun 2026 - 12:25 WIB