Sebab Terjadinya Loss Prevention dalam Perusahaan

Md Budiharta (Safety & Security Manager Novotel Nusa Dua Bali)

- Penulis

Minggu, 25 Januari 2026 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kirimartikel.com | Kejahatan ( Crime ) selalu mengakibatkan kerugian (Loss ) baik jiwa dan harta benda,sedangkan loss dapat juga terjadi tanpa adanya crime. Kerugian yang menjadi perhatiansecurity management adalah karena kejahatan namun kerugian/Loss dapat juga terjadi karenaakibat bencana alam ( Gempa,banjir,tsunami,angin puting beliung dan kebakaran )

Penyebab kerugian utama suatu usaha adalah kegagalan management perusahan karena mengabaikan prinsip prinsip loss prevention dan memandang loss prevention sebagai sebuah cost (biaya) bukan sebagai investasi yang krusial untuk melindungi profit jangka panjangsuatu perusahan.

Dalam praktek Loss Prevention adalah sebuah konsep untuk menetapkanberbagai kebijakan,prosedur dan praktek perusahan untuk mencegah kehilangan/kerugianbarang barang dan profit suatu perusahan.Jadi loss prevention secara umum dapat dikatakansebagai metoda yang digunakan untuk meningkatkan pencegahan atau pengendaliankerugian baik manusia,uang,hasil produksi dan barang peralatan yang disebakan olehkejahatan.kebakaran,kecelakaan,bencana alam dan management.

Loss Prevention sebagian besar terjadi disebkan oleh 3 hal yaitu :

1. Pencurian oleh orang dalam (Internal )

Ancaman sering datang dari karyawan itu sendiri karena adanya niat dan kesempatansehingga karyawan harus menjadi prioritas utama,pencurian oleh karyawan dilakukandengan berbagai cara antara lain pencurian yang sederhana hingga cara yang lebihkompleks dengan bekerjasama dengan karyawan lain melakukan berbagai pemalsuan.

2. Pencurian oleh orang luar (external )

Ini adalah sumber kerugian yang paling umum dikenal, pelakunya bisa siapa sajamulai individu yang oportunis hingga sindikat yang terorganisir bahkan berkolusidengan karyawan internal. Mengendalikan pencurian external memerlukan komitmenuntuk mendidik para karyawan dan system pengamananan yang ada juga ikutmenentukan upaya pencegahan kerugian.

3. Akibat kesalahan/Kelalaian ( Error )

Penyebab kerugian akibat kesalahan /kelalian manusia seperti salah input data,salahhitung saat penerimaan barang atau kerusakan barang karena penanganan yang burukjuga berkontribusi besar pada penyusutan inventaris, kesalahan ini sering kali sulitdilacak namun dampaknya sangat nyata

Baca Juga :  Bahasa Hukum sebagai Cermin Integritas Aparat Penegak Hukum

Salah satu upaya yang dilakukan dalam loss prevention ( pencegahan kerugian ) terutamaditunjukkan untuk mencegah kerugian akibat kejahatan maka diperlukan strategi yang tepatdengan memgkombinasikan teknologi,kebijakan dan sumber daya manusia untukmenciptakan benteng pertahanan yang berlapis.

Implementasi strategi keamanan dan operasional ini akan menjadi fondasi keamanan asset perusahan sebagai berikut melalui :

1. Pemanfaatan Teknologi Keamanan

Gunakan teknologi sebagai mata dan telinga anda pemasangan CCTV di titik strategis( pintu masuk,kasir, gudang,parkiran dan lainya ) sebagai pencegah dan alatinvestigasi.

2. Menyusun Kebijakan/Prosedur

Buat aturan yang tegas, jelas dan transaparan untuk semua karyawan, ini mecakupprosedur penerimaan barang, pengelolaan barang,pengembalian produk hinggapemeriksaan tas karyawan. Kebijakan yang jelas dan ditegakkan secara konsistenadalah inti dari setiap strategi keamanan

3. Pelatihan dan Edukasi Karyawan

Karyawan adalah garda terdepan dalam aspek loss prevention, berikan pelatihan rutin tentang cara mengidentifikkasi perilaku mencurigakan,prosedur penanganan insidendan pentingnya peran mereka dalam menjaga keamanan asset perusahan.

4. Audit dan Pemantauan Rutin

Jangan menunggu kerugian terjadi lakukan audit inventaris secara berkala untukmembandingkan data fisik dan system. Selain itu lakukan audit internal pada proses kasir dan transaksi lainnya untuk mendeteksi anomaly.

5. Menjalankan Proses Investigasi

Ketika insiden terjadi, pastikan proses investigasi berjalan dengan adil dan transparankonsisten menegakkan aturan tanpa pandang bulu,akan membangun kepercayaan dan menunjukkan bahwa perusahan serius dalam mencegah kerugian.

Baca Juga :  Konjungsi Korelatif dalam Menciptakan Kepastian Hukum

Program Loss Prevention yang paling sukses adalah yang berhasil mandarah daging dalamsetiap aktivitas dan pola piker seluruh team,ini bukan hanya tugas team keamanan saja/ security, tetapi tanggung jawab bersama.

Salam Korsa.

Follow WhatsApp Channel kirimartikel.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menafsir Sifat Multidimensional dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2025 tentang KUHAP Baru
Ketidakpastian Bahasa dalam Teks Normatif
Bahasa Hukum sebagai Cermin Integritas Aparat Penegak Hukum
Bahasa Hukum sebagai Arena Tarik-Menarik antara Kebebasan dan Kepastian Hukum
Konstruksi Bahasa Hukum UU ITE dan Batas Pertanggungjawaban Pidana dalam Perspektif KUHP Baru
Konstruksi Bahasa Pemidanaan dalam KUHP Baru: Antara Restorasi dan Kesetaraan di Hadapan Hukum
Reduksi Makna Perbuatan Pidana dalam Bahasa Hukum: Antara Tindakan, Keadaan, dan Akibat
Epistimologi “Terbukti Secara Sah dan Meyakinkan” dalam Perspektif Artidjo Alkostar
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:46 WIB

Menafsir Sifat Multidimensional dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2025 tentang KUHAP Baru

Senin, 23 Februari 2026 - 17:11 WIB

Ketidakpastian Bahasa dalam Teks Normatif

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:36 WIB

Bahasa Hukum sebagai Cermin Integritas Aparat Penegak Hukum

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:48 WIB

Bahasa Hukum sebagai Arena Tarik-Menarik antara Kebebasan dan Kepastian Hukum

Minggu, 8 Februari 2026 - 15:26 WIB

Konstruksi Bahasa Hukum UU ITE dan Batas Pertanggungjawaban Pidana dalam Perspektif KUHP Baru

Berita Terbaru

Teknologi

Peran SDM dan Teknologi dalam Menghadapi Perubahan Bisnis

Jumat, 2 Okt 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Terlalu Cepat Berkomentar, Terlalu Lambat Memahami

Minggu, 28 Jun 2026 - 12:25 WIB